Senin, 01 September 2014

Dua Keping Kue Itu....



Dua Keping Kue Itu....
 Di ambil dari buku Anakku Inspirasiku by Rumah Cerdas
            Sekolah sudah mulai sepi. Sore itu anak-anak Rumah Cerdas sudah pada pulang dijemput orang tuanya masing-masing. Ah, tidak.Masih ada satu yang tertinggal. Rupanya Kiki belum dijemput. Tiba-tiba ia datang menghampiri saya. Tampak dua keping kue tergenggam di tangannya.
            “Bunda, minta tolong bukakan kuenya” Saya memungut kue itu dari tangannya. Rasa-rasanya ini kue yang ada di keranjang tempat kue yang tadi saya lihat. Kue ini adalah kue milik siswa todler yang tertinggal.
            “Maaf Kiki, tapi ini kue milik siapa? Apakah kue Kiki?” tanya saya memancing.
            “Bukan. Ini kuenya Erland” spontan ia menjawab.
            “Apakah Kiki tadi sudah ijin Erland?” tanya saya lagi mengamati mimik wajahnya.
            “Belum”
            “Lalu kalau belum ijin, menurut Kiki boleh dimakan atau tidak?”
            “Tidak boleh” jawabnya polos.
            “Kalau bagitu sebaiknya apa yang kita lakukan ya?” Pancing saya lagi.
            Kiki terdiam. Saya tahu ia sangat ingin memakan kue itu. Saya menyimpulkan itu dari ekspresi wajahnya. Tapi apa kalimat yang muncul dari bibir mungil itu sungguh mencengangkan.
            “Harus dikembalikan bunda. Besok diberikan kembali pada Erland” Kiki menyerahkan kedua kue itu kepadaku.
Secepatnya saya memberikn apresiasi. Saya peluk sosok mungil di depan saya itu. Hati saya bergetar.
            “Alhamdulillah Kiki sayang. Hebat sekali. Sudah bisa membedakan mana yang boleh dan mana yang tidak”
Anak itu tersenyum lebar. Membalas pelukuan saya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

INFO RCM